Bandung Smart City
Bandung Smart City adalah sebuah konsep kota
yang memiliki koneksi terintegrasi dalam berbagai bidang hingga memberikan
dampak praktis dan efisiensi dalam pengelolaan kota. Segala permasalahan kota
mulai dari kemacetan, penumpukan sampah, jalan rusak, keadaan kontur tanah suatu
daerah, dan lainnya dapat secara real time diketahui dan dicari solusi terbaiknya dengan
cepat. Konsep ini pertama kali diterapkan di “Kota Kembang” yang
dipimpin oleh Ridwan Kamil Sebagai Walikota Bandung.
Mewujudkan Bandung Smart City
Upaya
yang dilakukan oleh pemerintah Kota Bandung untuk mewujudkan Bandung Smart City
sementara dalam tahap proses. Proses untuk membangun Bandung sebagai Smart City
membutuhkan waktu lima tahun ke depan. Saat ini pemerintah kota sedang
melakukan kajian untuk mempersiapkan Smart City.
Untuk mewujudkan hal tersebut perlu membangun enam unsur dimensi dari Smart
City yaitu:
1. Ekonomi Pintar (Smart Economi)
Smart Economy atau
ekonomi cerdas mencakup inovasi dan persaingan, jika semakin banyak
inovasi-inovasi baru yang dikembangkan maka akan menambah peluang usaha baru
dan meningkatkan persaingan pasar usaha/modal.
2. Lingkungan Pintar (Smart Environment)
Smart mobility termasuk
pada transportasi dan pembangunan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur
diwujudkan melalui penguatan system perencanaan infrastruktur kota,
pengembangan aliran sungai, peningkatan kualitas dan kuantitas air bersih,
pengembangan system transportasi, pengembangan perumahan dan permukiman, dan
peningkatan konsistensi pengendalian pembangunan infrastruktur.
3. Mobilitas Pintar (Smart Mobility)
Lingkungan pintar berarti lingkungan yang bisa memberikan
kenyamanan, keberlanjutan sumber daya, keindahan fisik maupun non fisik, visual
maupun tidak,bagi masyarakat dan public. Menurut undang-undang tentang penataan
ruang, mensyaratkan 30 % lahan perkotaan harus difungsikan untuk ruang terbuka
hijau baik privat maupun public. Lingkungan yang bersih tertata merupakan
contoh dari penerapan lingkungan yang pintar.
4. Masyarakat Pintar (Smart People)
Pembangunan senantiasa membutuhkan modal, baik modal ekonomi
(economic capital), modal manusia (human capital) maupun modal sosial (social
capital). Kemudahan akses modal dan pelatihan-pelatihan bagi UMKM dapat meningkatkan
kemampuan dan ketrampilan mereka dalam mengembangkan usahanya.
5. Kehidupan Pintar (Smart Living)
Berbudaya, berarti bahwa manusia memiliki kualitas hidup
yang terukur (budaya). Kualitas hidup tersebut bersifat dinamis, dalam artian
selalu berusaha memperbaiki dirinya sendiri. Pencapaian budaya pada manusia,
secara langsung maupun tidak langsung merupakan hasil dari pendidikan. Maka
kualitas pendidikan yang baik adalah jaminan atas kualitas budaya, dan atau
budaya yang berkualitas merupakan hasil dari pendidikan yang berkualitas.
6. Pemerintah Pintar (Smart Governance)
Kunci utama keberhasilan penyelengaraan pemerintahan adalah
Good Governance. Yaitu paradigma, sistem dan proses penyelenggaraan
pemerintahan dan pembangunan yang mengindahkan prinsip-prinsip supremasi hukum,
kemanusiaan, keadilan, demokrasi, partisipasi, transparansi, profesionalitas,
dan akuntabilitas ditambah dengan komitmen terhadap tegaknya nilai dan prinsip
“desentralisasi, daya guna, hasil guna, pemerintahan yang bersih, bertanggung
jawab, dan berdaya saing”.
Keenam unsur tersebut merupakan suatu cara untuk mewujudkan
Bandung sebagai kota yang berbasis Smart City. Selain dari keenam unsur
tersebut yang menjadi prioritas untuk membangun Bandung Smart City yaitu
penyesuaian penerapan IT di Kota Bandung. Karena Smart City yang akan
diterapkan di Kota Bandung menitikberatkan pada pemanfaatan teknologi masa kini
untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat Kota Bandung.
Penerapan Konsep Smart City di Kota Bandung
1. Telah
Terdapat 5000 Wifi Disetiap Ruang Public. Pengadaan Layanan Akses Internet Di Ruang Terbuka Publik.
Ruang
terbuka publik di Bandung semakin banyak sesuai dengan proker walikota Bandung.
Fasilitas internet gratis di ruang terbuka publik akan menarik minat masyarakat
kota untuk berkunjung ke tempat tersebut. Salah satu ruang terbuka publik
tersebut adalah hadirnya taman di setiap sudut kota.
Dengan
demikian, fungsi taman sebagai ruang publik pun akan kembali dengan sendirinya.
Fasilitas serupa juga dibangun di tempat-tempat ibadah, seperti masjid, gereja
dan lainnya. Cara seperti ini akan memudahkan masyarakat dalam mengakses
internet meski sedang beribadah. Selain akses penyediaan akses internet di
ruang publik,
2. Aplikasi
Panic Button
Cara
kerja panic button ini, setelah diunduh dan di install di smartphone, pengguna
perlu terlebih dahulu mengisi data pribadi yang akurat disertakan dengan nomor
telepon orang terdekat yang bisa dihubungi. Dimana pengguna akan
teregister dengan nomor handphone dan dapat melaporkan apapun. Misalnya ada
begal, dia tinggal pencet tombol, lalu nanti pesan itu sampai di command
center.
Setelah
data dan aplikasi terpasang, pemohon bantuan harus memencet 3 kali tombol panik
di layar smartphone. Pemohon bantuan akan langsung terlacak di Bandung Command
Centre. Lalu polisi di command center akan segera mengirimkan petugas ke
lokasi. Kurang dari 3 menit, petugas akan langsung datang.
Selain
memencet tombol ‘SOS’ sebanyak 3 kali dari layar ponsel, ke depan PT Telkom
Indonesia juga menyediakan tombol khusus yang berfungsi sama. Tombol tersebut
cukup dipasang di lubang audio. Tombol tambahan ini rencananya bakal dilempar
ke pasaran dengan harga jual sekitar Rp 50.000. Panic button ini kerjasama
dengan kepolisian, lebih fokus kepada keamanan. Sebelumnya data handphone
diregistrasi terlebih dahulu.
3. Kartu
Bandung Pass atau Smart Card. Untuk meningkatkan pelayanan kepada warga,
pemerintah Kota Bandung akan meluncurkan Bandung Pass atau Smart Card. Kartu
multifungsi tersebut di antaranya bisa digunakan warga dalam bidang pendidikan,
kesehatan, dan kebutuhan hidup lainnya.
Sistem
diciptakan untuk mempercepat proses pelayanan Pemkot Bandung kepada masyarakat.
Kartu ini sangat multifungsi karena bisa digunakan untuk semua kebutuhan warga
seperti pendidikan dan kesehatan. Salah satunya bisa digunakan masyarakat untuk
membayar tarif trasportasi seperti angkot, bus, dan lainnya. Smart Card
didukung oleh lima bank lainnya, yakni Bank Mandiri, Bank BNI, Bank Mega, Bank
BCA, dan Bank BRI. Tahap awal peluncuran Bandung Smart Card ini adalah
pengganti alat beberapa jenis pembayaran.
Salah
seorang warga saat menunjukan Bandung Smart Card. Kartu tersebut diluncurkan
sebagai upaya Pemkot Bandung mengurangi aktivitas transaksi tunai di
masyarakat.
Bandung
Smart Card merupakan salah satu dukungan kepada Kota Bandung untuk bisa menjadi
kota pintar (smart city). Bandung Smart Card baru bisa melayani pembayaran pada
electronic gate Trans Metro Bandung, mesin parkir elektronik, vending machine,
dan pembayaran di Alfamart.
4. Sistem
penilaian camat secara online, Ridwan Kamil sebagai Walikota Bandung memulai
inisiatif open government yang dapat diisi sendiri oleh warga kota.
5. Sistem
pelaporan masalah warga melalui SMS dan aplikasi mobile LAPOR, yang
difasilitasi oleh UKP4 (unit kerja di bawah Presiden RI).
6. Sistem
pengelolaan dana bantuan sosial (bansos) online yang lebih transparan; siapa
saja yang mengajukan, siapa saja penerimanya, dan untuk apa dana digunakan.
7. Aplikasi
banjir yang dapat memberikan informasi secara realtime, sehingga petugas di
lapangan dapat bekerja tanpa harus menunggu laporan dari masyarakat. Aplikasi
banjir ini terintegrasi dengan laporan cuaca. Debit air hujan dapat diukur di
suatu titik. Tinggal dipantau kalau sensor salurannya merah, berarti ada yang
tersumbat.
8. Pelayanan
public lewat jaringan sosial media seperti twitter
9. Setiap
dinas memiliki data digital
10. Smart
goverment dengan mengupgread sistem di pemerintahan dari paper ke paperless
dengan sistem informasi yang user friendly
11. Bandung
akan punya kota pintar yang akan dinamai Bandung Technopolis seluas 400 hektar.
Kota pintar di Gede Bage itu nantinya akan menjadi prototype penerapan smart
city di Indonesia
Semua
aplikasi tersebut dapat terus dipantau melalui ruangan Command Center yang
tengah disiapkan oleh Pemkot Bandung. Di ruangan tersebut, akan siaga tim
stakeholderterkait.
Bandung Command Center, Langkah Menuju Smart City
Bandung Command Center yang saat ini dimiliki oleh
kota Bandung juga merupakan kolaborasi dari berbagai pihak. Bandung Command
Center merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah kota Bandung dengan IBM dan
Lembaga Afiliasi Penelitian Industri (LAPI) ITB.
Saat ini, Bandung Command Center berfungsi sebagai pusat
terkumpulnya data-data terkait dengan kebutuhanBandung Smart City. Mulai dari
SKPD, data dari masyarakat, sampai data dari internal ke luar, akan dipusatkan
di sini. Aplikasi Panic Button Bandung juga terhubung langsung dengan Bandung
Command Center.
Sebagai salah satu penunjang misi menuju kota pintar (smart
city) Pusat kendali Bandung Command Centre menjadi unsur utama. Di instalasi
canggih ini, terdapat dua software dan aplikasi unggulan yakni Media Social
Mapping dan Panic Button.
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menjelaskan, Media Social
Mapping merupakan software canggih yang dihibahkan oleh pemerintah Norwegia
sebagai uji coba. Piranti lunak ini mampu menangkap segala macam percakapan
warga di media sosial facebook dan twitter yang berhubungan langsung dengan
pelayanan publik ataupun keluhan-keluhan warga terkait dengan infrastruktur.
Mesin ini bisa mengatract percakapan warga. Dihitung
per wilayah per isu masalah. Jika menklik isu macet akan muncul isu macet di
kecamatan mana saja. Setelah keluhan-keluhan warga terpetakan sesuai wilayah,
Ridwan Kamil bisa langsung mengambil keputusan. Pengalokasian bantuan sumber
daya tidak dipukul rata, tapi dijabarkan oleh mapping tadi sesuai pemetaan
masalah. Pemkot Bandung mengolah data dan mengambil keputusan manajemen yang
akurat. Tanpa Social Media Mapping ini kita hanya mengira-ngira atau menunggu warga
complain.
Tujuan
penerapan Bandung Smart City ini adalah sebagai solusi dari berbagai
permasalahan kemacetan, fasilitas umum yang rusak, penumpukan sampah,
mengetahui kondisi tanah yang layak dijadikan lahan pertanian atau lahan
mendirikan bangunan.Dalam pertemuan acara Indosat ICT Conference 2.0
"smart ICT for Your Business Succes" yang dihadiri oleh Walikota
Bandung di Hotel ritz Carlton Pacific Place Jakarta. Ridwan Kamil menjelaskan
penerapan sistem Smart City bertujuan agar masyarakat bisa saling terhubung, sedangkan
dalam pemerintah memiliki kemampuan untuk IT.
Sejumlah Langkah dilakukan oleh Ridwan Kamil
sebagai Walikota Bandung, untuk mewujudkan Smart City telah berjalan baik, yang
bertujuan untuk meramaikan tempat publik seperti taman dan tempat ibadah. Penerapan
system Smart City di kota Bandung sudah sewajarnya dilaksanakan, agar Kota
Bandung bisa menjadi kota yang dikenal di ASEAN bahkan Internasional sebagai
kota berlabel Smart city dan bisa menjadi langkah awal bahwa indonesia akan
menjadi negara maju.
Untuk menjadikan Bandung sebagai kota berlabel
Smart city ini memang perlu membutuhkan waktu dan biaya dalam pengembangannya.
oleh karena itu, pemerintah Kota Bandung bekerjasama dengan PT. Telekomunikasi
Indonesia (Telkom) Tbk yang telah melakukan penandatanganan kerjasama
antara Walikota Bandung, general Manager telkom wilayah Jabar, Binuru, dan
Direktur IT solution Startegic Portopolio Telkom, Indra Utoyo.
Manfaat Smart City
· Smart
City membuat kota lebih efisien dan layak huni
· Dengan
digulirkannya Smart City, maka diharapkan Kota Bandung bisa memiliki daya saing
tinggi. Sehingga secara otomatis, para investor akan berdatangan untuk
menanamkan modalnya di Kota Bandung.
· Konsep
smart city membuat layanan e-government dapat lebih cepat implikasinya kepada
masyarakat. Dengan begitu bisa meningkatkan produktivitas daerah atau daya
saing ekonomi
· Smart
city meningkatkan pelayanan kesehatan dan kesejahteran masyarakat
· Masyarakat
bisa saling terhubung sedangkan dalam pemerintah memiliki kemampuan untuk
IT
· Semua
perizinan akan dengan cepat dilayani seperti pajak, pendidikan dan kesehatan
Kelebihan dan Kekurangan Bandung
Smart City
Penerapan konsep Bandung Smart City
ini memiliki kelebihan yaitu, diantaranya adalahsegala
permasalahan kota mulai dari kemacetan, penumpukan sampah, jalan rusak, keadaan
kontur tanah suatu daerah, dan lainnya dapat secara real time diketahui dan dicari solusi terbaiknya dengan cepat,
masyarakatnya bisa saling terhubung, serta pemerintah dapat memiliki kemampuan
untuk mengendalikan dan mengatur kehidupan warganya dengan bantuan Informasi
dan Teknologi.
Bandung yang sejak awal memiliki potensi
perekonomian di bidang jasa dan merupakan pusat bakat dibidang kreatif
serta IT (informasi Teknologi) diharapkan (dengan keberadaan Sistem Smart City
) dapat mempunyai kawasan internet yang stabil di pemerintah kota, sambungan
internet yang murah di kawasan strategis, serta meningkatnya komunikasi
paperless.
Namun
penerapan konsep Bandung Smart City juga memiliki beberapa kekurangan yang
diharapkan nantinya dapat diatasi agar pengembangan konsep Bandung Smart City
dapat berjalan dengan optimal, kekurangan tersebut diantaranya yaitu seperti
pada aplikasi mobile Panic Button dalam pelaksanaannya belum ada yang
benar-benar nyata, kebanyakan hanya ingin mecoba-coba saja, dan petugas
yang merespons panggilan pannic button ini juga tidak beroperasi 24 jam.
Berdasarkan hasil penelitian manajemen untuk taman,
mayoritas taman di Kota Bandung memiliki konsep yang baik tetapi belum dirawat
dan dikelola secara sustainable alias berkelanjutan. Saat ini pembenahan
infrastruktur Kota Bandung masih belum dikelola secara maksimal. Oleh karena
itu perlu penanganan lebih lanjut dalam pelaksanaannya.
Sumber
http://www.infokomputer.com/2015/08/fitur/bandung-smart-city-ridwan-kamil-menuju-bandung-juara/
http://windagunawan96.blogspot.co.id/2016/06/konsep-bandung-smart-city-a.html